Sesulit apapun
kehidupan yang sedang kita hadapi maka sebenarnya ada jalan keluar. Segelap
apapun suatu peristiwa menimpa kita maka di situ ada cahaya. Kita jangan merasa
terpojok, kita jangan merasa pikiran mentok.
Pada saat itu
Allah datang sebagai penolong kita. Dia selalu datang pada saat-saat yang
tepat.
Jangan gugup saat kesulitan datang
Banyak orang
tidak siap dikala kesulitan datang sehingga ia semaput tak tahu apa yang harus
dilakukan. Perasaan berkecamuk tidak karuan. Dorongan nafsu pada saat itu
sangat kuat, mendorong manusia agar meratapi diri atau melakukan pemberontakan.
Tekad setan
adalah mempengaruhi manusia agar melakukan kesalahan. Gugupnya manusia saat
kesulitan dijadikan “celah” oleh setan untuk menggempur habis-habisan agar
manusia jatuh terperosok.
Setan membuat
pandangan-pandangan menyeramkan di saat manusia dilanda masa sulit. Apabila
manusia terbujuk tipuan maka mereka akan memainkan tipuan berikutnya.
Berbeda dengan
orang sabar, tipuan setan akan mudah untuk dideteksi sehingga betapapun
gencarnya mereka membujuk maka dapat dihalau. Allah memberikan pahala bagi
orang sabar, melalui masa-masa sulit diangkatlah derajat orang tersebut
oleh-Nya.
Jangan ikuti deru nafsu
Nafsu yang
biasa muncul di saat kesulitan tiba adalah 2 (dua) macam dimana keduanya dapat
mencelakakan manusia :
1. Dorongan Berputus Asa
Diri manusia
yang sedang terpojok dimanfaatkan setan untuk membisikkan keputus-asaan. Jika
seseorang telah putus asa maka setan akan memberikan saran agar dia melakukan
hal yang dilarang Allah, misalnya mencuri, merampok, memohon kepada jin,
mendatangi tukang sihir, dan sejenisnya. Setan terbahak-bahak dan semakin asyik
memainkan budak-budak setan sampai benar-benar terjerumus ke jurang neraka.
2. Dorongan Amarah
Setan juga
memasang jerat “amarah.” Yaitu di saat manusia berada dalam kesulitan maka
setan memasukkan api amarah kepada orang tersebut. Manusia yang telah memakan
api amarah maka ia akan menerjang siapa saja orangnya yang dia benci. Awalanya
ia marah, kemudian memaki, kemudian mengancam. Setan membawa bahan bakar yang
lebih banyak untuk mendorong manusia supaya menumpahkan darah. Setan gembira
dan tertawa terbahak-bahak, mereka puas, dan berupaya “memastikan” bahwa orang
yang ditipunya benar-benar terjerumus ke jurang api neraka.
Janganlah kita
menjadi budak nafsu, sebab budak nafsu dapat menimbulkan penyesalan yang hebat.
Bagi orang yang telah menjadi budak iblis maka kebahagiaan dan ketenangan
sangat sulit di dapat, seperti burung pungguk merindukan bulan.
Kembali kepada Allah, maka Dia pasti akan menolong kita
Di saat
kesulitan datang maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah segera
temui Allah. Bertemu dengan Allah dapat dilakukan melalui sabar, shalat,
dzikir, berbuat baik, dan memurnikan hati semata-mata untuk Allah.
Siapa saja
orangnya yang mendekati Allah di saat kesulitan maka Dia akan mengangkat
derajat semua orang yang meminta perlindungan kepada-Nya.
Allah akan
memberikan banyak bantuan dan keistimewaan kepada orang tersebut. Banyak
orang-orang bergembira karenanya. Di langit para malaikat memanjatkan puji dan
syukur. Adapun setan maka mereka terjungkal dan lari terbirit-birit setelah
menyaksikan manusia yang digodanya ternyata manusia yang taubat dan taat.
Bagi Allah
sangat mudah menolong hamba-Nya, lebih mudah ketimbang kita mengedipkan mata.
Hanya saja Dia ingin mengetahui siapa di antara hamba yang paling sabar,
istiqamah, dan paling banyak amalnya.
Pasti ada jalan
Di bumi ini
banyak sekali ruangan. Berapa banyak ratus ruangan yang pernah kita kunjungi.
Adakah satu ruangan yang tidak ada pintu keluarnya? Jawaban kita: Tentu, tidak
ada. Setiap ruangan maka pasti ada jalan keluarnya. Tidak ada satu pun ruangan
yang tidak ada jalan keluarnya.
Uraian di atas
memberikan ibrah (perumpamaan) kepada kita bahwa setiap kejadian pasti ada
jalan keluarnya. Hanya orang-orang sabar yang jeli melihat jalan keluar. Orang
yang hebat adalah ia yang pintar menemukan jalan keluar dari setiap kejadian.
Dan dari semuanya itu kuncinya yaitu sabar.
Melalui sabar
kita akan berupaya menjernihkan pikir, mengendalikan nafsu, mempelajari situasi
yang ada, dan kemudian Allah buka-kan pintu keluar yang nyata bagi kita. Di
saat banyak orang disiksa oleh nafsunya maka kita akan diselamatkan oleh sabar
kita.
Pasti berlalu
Kita
bandingkan, lebih panjang mana waktu sehat kita dengan waktu sakit kita. Apakah
waktu sakit kita lebih panjang dari waktu sakit kita. Jawabannya: tentu
“tidak.” Waktu sehat kita beratus kali lipat masanya dibandingkan waktu sakit.
Masa sehat kita bertahun-tahun, adapun masa sakit hanya 2 atau 3 hari.
Bandingkan antara 3.000 hari waktu sehat dengan 3 hari waktu sakit. 3.000 : 3. Subhanallah, Alhamdulillah. Bahkan waktu
sakit itu untuk meningkatkan kadar iman dan sabar, Allah juga melipat-gandakan
pahala hambanya yang sakit lagi bersabar.
Demikian juga
dengan masa lapang kita, maka janganlah kesempitan sesaat membuat kita
melupakan nikmat-nikmat Allah yang datang amat banyak kepada kita.
Tenang (Sabar dan shalat)
Kesulitan yang
menimpa kita akan berlalu. Ibarat badai yang pasti berlalu. Moment kesempitan
tersebut jadikan oleh kita sebagai “sekolah” guna menempa kesabaran,
pengalaman, dan meningkatkan kualitas shalat, dzikir, dan doa.
Sehebat apa
kita mampu menyingkirkan setan. Sejauhmana totalitas kita berpasrah diri kepada
Allah; setinggi apa ridha kita terhadap ketetapan Allah. Sebanyak apa amal kita
di saat ditimpa kesempitan.
Pernahkah kita melihat
produsen mobil mengetes sejauhmana kekuatan mobil ciptaannya. Semakin bagus
mobil tersebut menaklukan tantangan maka akan semakin mahal harga mobil
tersebut. Itulah contoh sederhana sebagai bahan renungan bagi kita bahwa betapa
Allah menyayangi kita, baik di saat sempit maupun lapang. Allah selalu siap
membantu setiap manusia yang membutuhkan pertolongan-Nya.
Saat kesulitan
datang segera laksanakan shalat. Perbanyak shalat. Melalui shalat maka kita
akan memperoleh petunjuk tentang jalan mana yang harus ditempuh. Jika kita
belum menemukan jalan keluar maka melalui shalat maka Allah akan membukakan
pintu keluar untuk kita.
Terus beramal
Di saat
kesulitan datang, kita terus beramal yang disesuaikan dengan kemampuan kita.
Misalnya, sempatkan ikut ke majlis taklim, membersihkan masjid, dan amal
lainnya. Kita harus terus produktif beramal dalam keadaan apapun. Seseorang
yang terbaring sakit maka ia tetap mampu beramal, yakni memegang tasbih di
tangan kanannya.
Di saat kita
asyik munajat, tiba-tiba Allah menurunkan pertolongan sebagaimana janji-Nya
kepada kita. Suatu pertolongan yang sangat berguna, bahkan lebih besar dari
harapan kita sebelumnya.
Hikmah Kesempitan
Saat kesempitan
datang, maka sambutlah pertolongan Allah melalui sabar dan shalat. Ujian kesempitan
memberi hikmah yang banyak kepada kita, diantaranya adalah: [1] Meningkatkan
kedudukan kita [2] Meningkatkan pahala kita [3] Mendatangkan rezeki yang lebih
banyak [4] Mendapatkan pengalaman dan ilmu dari kejadian tersebut, serta banyak
lagi manfaat yang lainnya. Semuanya itu dapat kita peroleh manakala kita
menyikapi kesulitan melalui sabar dan shalat.
Penutup
Sebagai makhluk
yang lemah, dimana kita memiliki banyak kekurangan, ketidak-berdayaan,
kealafaan, dan kekurangan yang lainnya, maka sepatutnya kita untuk kembali
kepada Allah. Bermunajat memohon bantuan kepada-Nya. Allah SWT selalu menolong
siapa saja orangnya yang membutuhkan pertolongan. Manusia tidak akan pernah
merasakan hidupnya sendiri apabila ia memohon pertolongan kepada Allah.
Membutuhkan pertolongan menandakan diri kita banyak kelemahan. Merasa diri
memiliki kelemahan adalah baik sebab ia akan mengakui kekuatan yang tidak
mempunyai kelemahan yakni Allah SWT.
Dudi Akasyah
Jakarta, 19 Nop 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar