Arsip Blog

Rabu, 18 September 2013

Allah Penolong Kita

"Cukuplah Allah sebagai penolong kami dan Allah sebaik-baik Pelindung." (QS. Ali Imran, 3:173)
Sesulit apapun kehidupan yang sedang kita hadapi maka sebenarnya ada jalan keluar. Segelap apapun suatu peristiwa menimpa kita maka di situ ada cahaya. Kita jangan merasa terpojok, kita jangan merasa pikiran mentok.
Pada saat itu Allah datang sebagai penolong kita. Dia selalu datang pada saat-saat yang tepat.
Jangan gugup saat kesulitan datang
Banyak orang tidak siap dikala kesulitan datang sehingga ia semaput tak tahu apa yang harus dilakukan. Perasaan berkecamuk tidak karuan. Dorongan nafsu pada saat itu sangat kuat, mendorong manusia agar meratapi diri atau melakukan pemberontakan.
Tekad setan adalah mempengaruhi manusia agar melakukan kesalahan. Gugupnya manusia saat kesulitan dijadikan “celah” oleh setan untuk menggempur habis-habisan agar manusia jatuh terperosok.
Setan membuat pandangan-pandangan menyeramkan di saat manusia dilanda masa sulit. Apabila manusia terbujuk tipuan maka mereka akan memainkan tipuan berikutnya.
Berbeda dengan orang sabar, tipuan setan akan mudah untuk dideteksi sehingga betapapun gencarnya mereka membujuk maka dapat dihalau. Allah memberikan pahala bagi orang sabar, melalui masa-masa sulit diangkatlah derajat orang tersebut oleh-Nya.
Jangan ikuti deru nafsu
Nafsu yang biasa muncul di saat kesulitan tiba adalah 2 (dua) macam dimana keduanya dapat mencelakakan manusia :
1.   Dorongan Berputus Asa
Diri manusia yang sedang terpojok dimanfaatkan setan untuk membisikkan keputus-asaan. Jika seseorang telah putus asa maka setan akan memberikan saran agar dia melakukan hal yang dilarang Allah, misalnya mencuri, merampok, memohon kepada jin, mendatangi tukang sihir, dan sejenisnya. Setan terbahak-bahak dan semakin asyik memainkan budak-budak setan sampai benar-benar terjerumus ke jurang neraka.
2.   Dorongan Amarah
Setan juga memasang jerat “amarah.” Yaitu di saat manusia berada dalam kesulitan maka setan memasukkan api amarah kepada orang tersebut. Manusia yang telah memakan api amarah maka ia akan menerjang siapa saja orangnya yang dia benci. Awalanya ia marah, kemudian memaki, kemudian mengancam. Setan membawa bahan bakar yang lebih banyak untuk mendorong manusia supaya menumpahkan darah. Setan gembira dan tertawa terbahak-bahak, mereka puas, dan berupaya “memastikan” bahwa orang yang ditipunya benar-benar terjerumus ke jurang api neraka.
Janganlah kita menjadi budak nafsu, sebab budak nafsu dapat menimbulkan penyesalan yang hebat. Bagi orang yang telah menjadi budak iblis maka kebahagiaan dan ketenangan sangat sulit di dapat, seperti burung pungguk merindukan bulan.
Kembali kepada Allah, maka Dia pasti akan menolong kita
Di saat kesulitan datang maka langkah pertama yang harus kita lakukan adalah segera temui Allah. Bertemu dengan Allah dapat dilakukan melalui sabar, shalat, dzikir, berbuat baik, dan memurnikan hati semata-mata untuk Allah.
Siapa saja orangnya yang mendekati Allah di saat kesulitan maka Dia akan mengangkat derajat semua orang yang meminta perlindungan kepada-Nya.
Allah akan memberikan banyak bantuan dan keistimewaan kepada orang tersebut. Banyak orang-orang bergembira karenanya. Di langit para malaikat memanjatkan puji dan syukur. Adapun setan maka mereka terjungkal dan lari terbirit-birit setelah menyaksikan manusia yang digodanya ternyata manusia yang taubat dan taat.
Bagi Allah sangat mudah menolong hamba-Nya, lebih mudah ketimbang kita mengedipkan mata. Hanya saja Dia ingin mengetahui siapa di antara hamba yang paling sabar, istiqamah, dan paling banyak amalnya.
Pasti ada jalan
Di bumi ini banyak sekali ruangan. Berapa banyak ratus ruangan yang pernah kita kunjungi. Adakah satu ruangan yang tidak ada pintu keluarnya? Jawaban kita: Tentu, tidak ada. Setiap ruangan maka pasti ada jalan keluarnya. Tidak ada satu pun ruangan yang tidak ada jalan keluarnya.
Uraian di atas memberikan ibrah (perumpamaan) kepada kita bahwa setiap kejadian pasti ada jalan keluarnya. Hanya orang-orang sabar yang jeli melihat jalan keluar. Orang yang hebat adalah ia yang pintar menemukan jalan keluar dari setiap kejadian. Dan dari semuanya itu kuncinya yaitu sabar.
Melalui sabar kita akan berupaya menjernihkan pikir, mengendalikan nafsu, mempelajari situasi yang ada, dan kemudian Allah buka-kan pintu keluar yang nyata bagi kita. Di saat banyak orang disiksa oleh nafsunya maka kita akan diselamatkan oleh sabar kita.
Pasti berlalu
Kita bandingkan, lebih panjang mana waktu sehat kita dengan waktu sakit kita. Apakah waktu sakit kita lebih panjang dari waktu sakit kita. Jawabannya: tentu “tidak.” Waktu sehat kita beratus kali lipat masanya dibandingkan waktu sakit. Masa sehat kita bertahun-tahun, adapun masa sakit hanya 2 atau 3 hari. Bandingkan antara 3.000 hari waktu sehat dengan 3 hari waktu sakit. 3.000 : 3. Subhanallah, Alhamdulillah. Bahkan waktu sakit itu untuk meningkatkan kadar iman dan sabar, Allah juga melipat-gandakan pahala hambanya yang sakit lagi bersabar.
Demikian juga dengan masa lapang kita, maka janganlah kesempitan sesaat membuat kita melupakan nikmat-nikmat Allah yang datang amat banyak kepada kita.
Tenang (Sabar dan shalat)
Kesulitan yang menimpa kita akan berlalu. Ibarat badai yang pasti berlalu. Moment kesempitan tersebut jadikan oleh kita sebagai “sekolah” guna menempa kesabaran, pengalaman, dan meningkatkan kualitas shalat, dzikir, dan doa.
Sehebat apa kita mampu menyingkirkan setan. Sejauhmana totalitas kita berpasrah diri kepada Allah; setinggi apa ridha kita terhadap ketetapan Allah. Sebanyak apa amal kita di saat ditimpa kesempitan.
Pernahkah kita melihat produsen mobil mengetes sejauhmana kekuatan mobil ciptaannya. Semakin bagus mobil tersebut menaklukan tantangan maka akan semakin mahal harga mobil tersebut. Itulah contoh sederhana sebagai bahan renungan bagi kita bahwa betapa Allah menyayangi kita, baik di saat sempit maupun lapang. Allah selalu siap membantu setiap manusia yang membutuhkan pertolongan-Nya.
Saat kesulitan datang segera laksanakan shalat. Perbanyak shalat. Melalui shalat maka kita akan memperoleh petunjuk tentang jalan mana yang harus ditempuh. Jika kita belum menemukan jalan keluar maka melalui shalat maka Allah akan membukakan pintu keluar untuk kita.
Terus beramal
Di saat kesulitan datang, kita terus beramal yang disesuaikan dengan kemampuan kita. Misalnya, sempatkan ikut ke majlis taklim, membersihkan masjid, dan amal lainnya. Kita harus terus produktif beramal dalam keadaan apapun. Seseorang yang terbaring sakit maka ia tetap mampu beramal, yakni memegang tasbih di tangan kanannya.
Di saat kita asyik munajat, tiba-tiba Allah menurunkan pertolongan sebagaimana janji-Nya kepada kita. Suatu pertolongan yang sangat berguna, bahkan lebih besar dari harapan kita sebelumnya.
Hikmah Kesempitan
Saat kesempitan datang, maka sambutlah pertolongan Allah melalui sabar dan shalat. Ujian kesempitan memberi hikmah yang banyak kepada kita, diantaranya adalah: [1] Meningkatkan kedudukan kita [2] Meningkatkan pahala kita [3] Mendatangkan rezeki yang lebih banyak [4] Mendapatkan pengalaman dan ilmu dari kejadian tersebut, serta banyak lagi manfaat yang lainnya. Semuanya itu dapat kita peroleh manakala kita menyikapi kesulitan melalui sabar dan shalat.
Penutup
Sebagai makhluk yang lemah, dimana kita memiliki banyak kekurangan, ketidak-berdayaan, kealafaan, dan kekurangan yang lainnya, maka sepatutnya kita untuk kembali kepada Allah. Bermunajat memohon bantuan kepada-Nya. Allah SWT selalu menolong siapa saja orangnya yang membutuhkan pertolongan. Manusia tidak akan pernah merasakan hidupnya sendiri apabila ia memohon pertolongan kepada Allah. Membutuhkan pertolongan menandakan diri kita banyak kelemahan. Merasa diri memiliki kelemahan adalah baik sebab ia akan mengakui kekuatan yang tidak mempunyai kelemahan yakni Allah SWT.
Dudi Akasyah
Jakarta, 19 Nop 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar