Arsip Blog

Sabtu, 19 April 2014

Desa Cipicung, Maja, Majalengka


by Papa Kanjeng

Dari Kota Kabupaten Majalengka ke arah Kecamatan Maja. Dari Nanggerang ke kanan, menyusuri jalan menuju Desa Malongpong, kemudian sampailah di Desa Cipicung.
Di sambut oleh pesawahan, sebelah timur menjulang Gunung Ciremai, sebelah selatan Bukit (Jabal) Pasir Ringkik.
View utama dari Desa Cipicung adalah Gunung Ciremai, gunung tertinggi di Jawa Barat.
Favorit saya, view terbaik, selesai shalat subuh, duduk di depan Masjid Jami' Nur Rohmah, memandang sunrise Gunung Ciremai. View terbaik lainnya, adalah jalan-jalan dari Blok Cipicung menuju Blok Kubang, menyusuri jalan berkelok datar, sebelah kanan kiri pesawahan, di hadapan (timur) berdiri Gunung Ciremai.
Di sebelah selatan Masjid Jami' terdapat bukit Pasir Ringkik, jika akses menuju puncak di permudah, besar kemungkinan akan banyak "turis" menuju top of Pasir Ringkik (ponclot PR). Pengunjung juga disuguhi pemandangan (view) berupa bukit yang berjajar di sebelah selatan, sebelah timur PR. Jika dilihat dari kejauhan semisal Desa Anggrawati, maka Desa Cipicung berhiaskan bukit dan pesawahan di kanan kirinya, amazing.
Saya, beserta Isteri yaitu Euis Maemanah binti Tajudin, sangat berkesan dengan Desa Cipicung, terlebih lagi anak-anak kami yaitu Putri Aisya dan De Alya, sebab di Desa Cipicung tinggal Ayah, Ibu, Kakek, Nenek, Mamang, Bibi, Uwa dan kulawargi yang lainnya.
Masjid Nur Rohmah berada di Desa Cipicung, sangat cocok bagi saya untuk bermunajat, ittikaf, shalat, dan wirid. Anak-anak juga suka ikut, saya teringat saat Kaka ikut shalat membawa mukena, kemudian ruku dan sujud dengan gesitnya. Adiknya yaitu De Alya, sekarang sudah kelihatan rajinnya shalat. Dimana pun berada selalu diiringi dengan ucapan meniru shalat "Awoooh...." sambil mengangkat kedua tangan. Sekarang Ka Putri usia 5 tahun dan De Alya sebentar lagi usia 2 tahun.
Tentu, saat mengunjungi Masjid Nur Rohmah Cipicung mereka akan riang gembira mengerjakan shalat, diteruskan dengan hafalan surat pendek dan pengenalan Islam. Suasana kampung yang tenang sangat baik untuk mencari inspirasi dan menjernihkan hati. Waktu pagi cocok untuk jalan kaki, misalnya ke Gumulung, ke Kubang, Gunung Windu.
Saya suka joging sama anak istri di pagi hari, rutenya Rumah, terus ke Kubang, kemudian anggrawati, dilanjutkan ke Cimara, mampir ke Nenek yaitu Mimi Eru, Bi Esus/Mang Wawan, diteruskan ke Karangsari, dan Maja, setelah itu ke Mamah di Pasar Maja, diteruskan dengan wisata kuliner makan bakso J DA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar