
by Papa Kanjeng
Dari Kota Kabupaten Majalengka ke arah Kecamatan Maja. Dari Nanggerang ke
kanan, menyusuri jalan menuju Desa Malongpong, kemudian sampailah di Desa
Cipicung.
Di sambut oleh pesawahan, sebelah timur menjulang Gunung Ciremai, sebelah
selatan Bukit (Jabal) Pasir Ringkik.
View utama dari Desa Cipicung adalah Gunung Ciremai, gunung tertinggi di
Jawa Barat.
Favorit saya, view terbaik, selesai shalat subuh, duduk di depan Masjid
Jami' Nur Rohmah, memandang sunrise Gunung Ciremai. View terbaik lainnya,
adalah jalan-jalan dari Blok Cipicung menuju Blok Kubang, menyusuri jalan
berkelok datar, sebelah kanan kiri pesawahan, di hadapan (timur) berdiri Gunung
Ciremai.
Di sebelah selatan Masjid Jami' terdapat bukit Pasir Ringkik, jika akses
menuju puncak di permudah, besar kemungkinan akan banyak "turis"
menuju top of Pasir Ringkik (ponclot PR). Pengunjung juga disuguhi pemandangan
(view) berupa bukit yang berjajar di sebelah selatan, sebelah timur PR. Jika
dilihat dari kejauhan semisal Desa Anggrawati, maka Desa Cipicung berhiaskan
bukit dan pesawahan di kanan kirinya, amazing.
Saya, beserta Isteri yaitu Euis Maemanah binti Tajudin, sangat berkesan
dengan Desa Cipicung, terlebih lagi anak-anak kami yaitu Putri Aisya dan De Alya,
sebab di Desa Cipicung tinggal Ayah, Ibu, Kakek, Nenek, Mamang, Bibi, Uwa dan
kulawargi yang lainnya.
Masjid Nur Rohmah berada di Desa Cipicung, sangat cocok bagi saya untuk
bermunajat, ittikaf, shalat, dan wirid. Anak-anak juga suka ikut, saya teringat
saat Kaka ikut shalat membawa mukena, kemudian ruku dan sujud dengan gesitnya.
Adiknya yaitu De Alya, sekarang sudah kelihatan rajinnya shalat. Dimana pun
berada selalu diiringi dengan ucapan meniru shalat "Awoooh...."
sambil mengangkat kedua tangan. Sekarang Ka Putri usia 5 tahun dan De Alya sebentar
lagi usia 2 tahun.
Tentu, saat mengunjungi Masjid Nur Rohmah Cipicung mereka akan riang
gembira mengerjakan shalat, diteruskan dengan hafalan surat pendek dan
pengenalan Islam. Suasana kampung yang tenang sangat baik untuk mencari
inspirasi dan menjernihkan hati. Waktu pagi cocok untuk jalan kaki, misalnya ke Gumulung, ke Kubang, Gunung
Windu.
Saya suka joging sama
anak istri di pagi hari, rutenya Rumah, terus ke Kubang, kemudian anggrawati,
dilanjutkan ke Cimara, mampir ke Nenek yaitu Mimi Eru, Bi Esus/Mang Wawan,
diteruskan ke Karangsari, dan Maja,
setelah itu ke Mamah di Pasar Maja, diteruskan dengan wisata kuliner makan
bakso J
DA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar