Menurut Syaikh
Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri, di dalam Kitabnya Ar Rahiq Al Makhtum (1421 H / 2001 M) a.b. Hanif Yahya et al,
Jakarta: Darulhaq, 2011 M. Menyatakan bahwa dakwah Nabi pada Periode Madinah
dilakukan melalui:
1. Membangun Masjid Nabawi
Saat Nabi Muhammad Saw tiba ke Madinah, beliau tinggal di
perkampungan Bani An-Najjar pada hari Jumat, 12 Rabiul Awal tahun 1 H (27
September 622 M). Beliau turun di lokasi depan rumah Abu Ayub. Beliau berkata:
"Di sinilah tempat berhenti, insya Allah."
Langkah yang pertama-kali beliau bangun adalah Masjid
Nabawi. Masjid tersebut didirikan di lokasi tempat unta tersebut duduk.
Masjid berdiri sangat sederhana, terbuat dari batu,
tiangnya dari pohon kurma, dan atapnya pelepah kurma.
Masjid dipergunakan untuk ibadah shalat, di samping itu
masjid digunakan untuk belajar, musyawarah, pertemuan kabilah-kabilah, dan
pangkalan untuk mengatur semua urusan. Pada permulaan hijriyah disyariatkanlah
adzan, suara lantunan yang menggema di angkasa, setiap hari lima kali.
2. Mempersaudarakan sesama kaum
muslimin
Setelah mendirikan masjid. Menurut Ibnu Qayim:
"Selanjutnya Nabi mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar di rumah Anak
bin Malik. Mereka berjumlah 90 orang, sebagiannya berasal dari Muhajirin dan
sebagiannya dari Anshar." Mereka dipersaudarakan dengan pernikahan dan
persaudaraan yang kokoh.
Persaudaraan ini bermakna leburnya fanatisme golongan,
etnis, bahasa, negara, warna kulit, dan status sosial, yang ada adalah Islam.
Sebagai contoh, sebagaimana diriwayatkan Imam Al-Bukhari, bahwa Nabi
mempersaudarakan antara Abdurrahman bin Auf dan Saad bin Ar-Rabi'. Kemudian
Saad berkata kepada Abdurrahman: Kami mempunyai banyak harta, maka bagilah
hartaku menjadi dua, sebagiannya untukmu dan sebagiannya untukku. Aku punya
isteri dua, maka lihatlah, kamu menginginkan yang mana, nanti salah-satu
isteriku akan aku ceraikan, bila selesai massa iddahnya maka nikahilah
dia." Abdurrahman menjawab: "Semoga Allah memberkahimu di dalam keluarga
dan hartamu. Cukup, tunjukkan saja padaku dimana pasar?" Kemudian
ditunjukkan pasar Bani Qainuqa, maka pergilah Abdurrahman ke pasar tersebut.
Dan setiap pulang dari pasar, ia membawa keuntungan keju dan minyak samin
(margarine). Beberapa hari kemudian, Abdurrahman membawa rona kuning (tanda
orang yang baru saja nikah), ditanya: "apa beritamu?" dijawab
"Aku sudah menikah." ditanya lagi "Berapa maharnya?"
dijawab: "sebutir biji emas."
Demikianlah, contoh ikatan persaudaraan yang hebat penuh
berkah. Di satu pihak memiliki sifat kaya hati (ingin memberi), dan di pihak
lain juga memiliki kaya hati (ingin memberi). Contoh lain: Abu Hurairah
meriwayatkan, bahwa orang-orang Anshar berkata kepada Nabi:
"Bagi-bagikanlah pohon korma diantara kami dan saudara-saudara kami. Nabi
menjawab: "Tidak." lalu mereka (kaum Anshar) berkata: "Kalau
begitu silahkan kalian cukupkan pangan untuk kami dan kami akan menyertakan
kalian dalam (panen) buah kurma." Mereka menjawab: "Kami mendengar
dan mentaati." Demikianlah
kebesaran hati ditunjukkan oleh Kaum Anshor dan Kaum Muhajirin.
3. Piagam kerjasama umat Islam
Nabi Muhammad Saw bermaksud mengikis fanatisme kesukuan
dan dendam kesumat pada masa jahiliyah, maka beliau membuat
perjanjian-perjanjian isinya antara lain:
(1) Bahwa mereka adalah satu umat
(2) Bahwa kaum mukminin tidak akan membiarkan ada orang
yang dililit hutang dan tidak mampu membayarnya diantara mereka, dengan cara
memberinya secara makruf, baik dalam hal tebusan atau diyat.
(3) bahwa orang yahudi yang berdamai dengan umat Islam
maka dia berhak mendapat pertolongan dan perlakuan sama, tidak terzalimi, dan
tidak tertindas.
(4) Bahwa barangsiapa yang membunuh tanpa hak maka dia
diqishash (dihukum mati), kecuali bila wali korban merelakannya.
(5) Dan yang lainnya
4. Sumbangsih nilai moral terhadap
masyarakat
Perkembangan masyarakat muslim di Madinah yang semakin
baik, tidak lepas dari figur kepribadian Nabi Muhammad Saw. Beliau menyampaikan
pengajaran, pendidikan, penyucian diri, dan ajaran perilaku yang mulia. Beliau
memberi contoh dan mengajarkan kasih sayang, bersaudara, kemuliaan, ibadah, dan
ketaatan.
Abdullah bin Salam berkata: "Ketika Nabi tiba di
Madinah, aku pun datang, Maka tatkala aku sudah jelas melihat wajahnya, tahulah
aku bahwa wajahnya bukan wajah pendusta."
Hal pertama yang diucapkannya: "Wahai manusia,
tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali kekerabatan, shalatlah pada
malam hari sementara orang-orang sedang tidur, niscaya kamu akan masuk surga
dengan penuh kedamaian." (HR. Attirmidzi, Ibnu Majah dan Ad-Darimi).
Peperangan untuk Mempertahankan Diri
Saat Nabi dan para sahabat sudah tenang di Madinah. Kafir
Quraisy Mekkah terus merencanakan penyerangan kepada Nabi dan Umat Islam.
Perang Badar
Terjadi pada Jumat, 17 Ramadhan tahun 2 hijriyah, pasukan
muslim berjumlah 313 orang di bawah pimpinan Rasulullah Saw, berhadapan di
daerah Badar dengan Pasukan Quraisy berjumlah 1.000 orang.
Pasukan Muslim berhasil mengalahkan pasukan Quraisy,
pimpinan mereka yaitu Abu Jahal mati terbunuh dalam peperangan itu. Yang gugur
14 orang dari pasukan muslim adapun dari pihak kafir yang tewas 70 orang,
ditawan 70 orang, ke banyak dari mereka para ksatria dan komandan. Sedangkan
sisanya tunggang langgang, berhamburan melarikan diri.
Perang Bani
Qainuqa, Perang Uhud, dan Perang Khandaq
Pada pertengahan bulan Syawwal tahun 2 H, Bani Qainuqa
melanggar perjanjian, kemudian Pasukan Muslim menyerang dan mengepung benteng
Bani Qainuqa selama 15 malam, sampai akhirnya mereka menyerahkan diri.
Perang Uhud terjadi pada tahun 3 Hijriyah. Perang Ahzab
(Perang Khandaq) terjadi pada bulan syawwal tahun 5 H.
Sesudah melaksanakan haji wada', Nabi Muhammad Saw wafat
di usia 63 tahun, pada hari senin, tanggal 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriyah (8
Juni 632 M).
Penutup
Nabi Muhammad Saw mengembangkan Islam dengan kedamaian
dan kasih sayang. Hal itulah yang membuat Agama Islam semakin berkembang.
Beliau juga mengembangkan strategi persaudaraan untuk membangun solidaritas
umat Islam, adapun terhadap non-Muslim Beliau mengaadakan serangkaian
perjanjian damai. Namun, bagi kaum kafir yang hendak menyerang umat Islam, maka
Nabi dan para sahabat berupaya mempertahankan agama Islam sehingga terjadilah
beberapa pertempuran. Dalam pertempuran tersebut Umat Islam meraih banyak
kemenangan.
@dudi akasyah ihsan
Jam 22:18, Rb 02-01-2013
----------------
Sumber bacaan:
-
Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri,
di dalam Kitabnya Ar Rahiq Al Makhtum
(1421 H / 2001 M) a.b. Hanif Yahya et al, Jakarta: Darulhaq, 2011 M
-
Sumber yang lainnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar